Tuesday, December 13, 2011

Suatu Pagi di Desa

Share this history on :
Setiap ada kesempatan pulang ke kampung halaman, paling suka menikmati keindahan suasana di pagi hari. Itu karena pagi menyimpan pengharapan yang tinggi. Ada semangat yang menyertainya. Pun juga hari ini, biasanya saya akan pergi keluar dan berhenti sebentar untuk mengabadikan momen yang indah. Tak jauh dari rumah saya, terbentang sawah ladang yang cukup luas. Kali ini sedang musim tanam jagung, tapi ada pula petani yang tetap menanam padi.



Polusi udara yang sangat minim membuat udara masih begitu segar. Dari tempat saya berdiri terlihat gunung Lawu yang megah dengan sebagian puncaknya yang masih tertutup awan. Duhai indahnya pagi ini.. subhanallah. Desa saya ini masuk ke dalam wilayah kabupaten Magetan yang bisa dikatakan termasuk wilayah kaki gunung Lawu. Ah.. menatap megahnya gunung itu dari kejauhan, mengingatkan sebuah kenangan heroik waktu mendakinya. Iya benar... saya mendakinya (lebih tepatnya kami mendakinya). Sebuah pendakian heroik dan misterius beberapa tahun yang lalu. Ah... mungkin akan saya ceritakan itu di lain waktu.

12 comments:

  1. ah.. kirain ini dipuncak. mirip pemandangannya hehehe

    ReplyDelete
  2. klo dari postingan2 sebelumnya, kayaknya si empunya blog begitu menyukai pagi
    (mirip tokoh Tegar dalam Sunset Bersama Rosie nya Tere Liye, udah baca belum bung?)

    pendakian heroik dan misterius?? wah, penasaran... bakalan kayak pendakian Mahameru-nya 5 cm gak ya??

    ReplyDelete
  3. Duh indah sekali tempat tinggalnya, Mas. Tiap hari hidup ditempat ini bikin paru-paru segar dan kulit tetap kenceng nih

    ReplyDelete
  4. @Miawruu : iya memang di puncak mbak, puncak gunung lawu.. he he

    @puchsukahujan : Sunset Bersama Rosie, wah belum punya saya... bagus ga?

    tunggu ya cerita pendakiannya.

    @@Evi : yup... pasti awet muda ^_^

    ReplyDelete
  5. aku juga suka pagi, motret sunrise di pagi yg dingin, tapi mengasyikkan, beruntung msh tinggal di kampung, masih bisa menghirup udara segar, melihat ratusan burung terbang di udara, rusa liar berlarian di sawah, senangnya tinggal di desa

    btw, fotonya cantik bgt

    ReplyDelete
  6. Sayang di Magetan Kota Udaranya gak sesegar di daerah plaosan dan sekitarnya mas.. Pasti adem tiap hari. apalagi sekarang pasti Duiingiiin.....

    ReplyDelete
  7. hwiii.. senangnyaa tiap hari bisa menikmati pemandangan seperti itu.

    aku juga pernah ke lawu mas,. tapi belum bikin postingannya. yukk bikin, ntar diskusi kita. hahaha

    ReplyDelete
  8. @catatannyasulung : yuk...mari ke kampung..

    @Ely Meyer : yup hidup di kampung memang menyenangkan.. udara yang bersih bebas polutan..
    makasih mengenai kesan gambarnya ^_^

    @wahyu : iya mas.. kan udah kota. jadinya memang pasti banyak polutan asap kendaraan bermotor.

    @armae : wah pernah ke Lawu juga... sip sip... nanti kalo ada kesempatan saya posting mengenai pendakian gunung Lawu.

    ReplyDelete
  9. bagus pemandangan, terasa sejuk udaranya. tapi ceritanya kok secuil ya. Magetan tetanggaan dengan boyolali fin

    ReplyDelete
  10. Ini pemandangan yang selalu saya lewati setiap pagi berangkat ke kantor . . . indahnya . . . .^^

    Suasana berkali berganti, sesuai jenis tanaman sawah yang diharapkan pemiliknya.

    ReplyDelete
  11. @iput : ya meski ceritanya secuil, tapi mampu memunculkan segunung makna

    @Dwi Yulianti : he he... iya asal jangan sampe ada bawaan yang jatuh aja. ntar diliatin para petani itu.

    ReplyDelete